Abstrak
Latar Belakang: Pekerjaan yang mempunyai risiko tinggi yaitu pemadam kebakaran dan mengakibatkan kecelakaan kerja diantaranya saat berada di lokasi kebakaran yang terjadi akibat listrik, suhu yang panas, kebakaran, bekerja di ketinggian, ledakan, benda tajam, maupun adu fisik dengan warga. Adapun keluhan kesehatan yang dirasakan oleh warga di lokasi kebakaran yang umumnya dikarenakan warga banyak menghirup asap yang mengakibatkan sesak nafas, batuk, pusing, mual, muntah bahkan pingsan.
Tujuan: Menganalisis hubungan umur dan masa kerja dengan kelelahan kerja pada petugas pemadam kebakaran di Lingkungan Dinas Satuan Polisi Pamong Praja dan Pemadam Kebakaran Kotamobagu.
Metode: Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif dengan menggunakan metode observasional analitik dan desain penelitian cross sectional study. Besar sampel dalam penelitian ini terdiri dari 20 orang dan teknik pengambilan sampel total sampling. Data dianalisis dengan menggunakan uji chi square.
Hasil: Menunjukkan bahwa masa kerja (p-value = 0,004) berhubungan dengan kelelahan kerja pada petugas pemadam kebakaran di Lingkungan Dinas Satuan Polisi Pamong Praja dan Pemadam Kebakaran Kotamobagu.
Kesimpulan: Ada hubungan masa kerja dengan kelelahan kerja pada petugas pemadam kebakaran. Perlunya upaya untuk mengurangi kelelahan kerja pada petugas pemadam kebakaran yaitu dengan cara memberikan waktu istirahat yang cukup dan membagi tugas sesuai dengan umur dan masa kerja petugas. Hal ini diharapkan dapat mengurangi kelelahan yang dialami petugas.

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivatives 4.0 International License.
Hak Cipta (c) 2024 Array
