Abstrak
Latar Belakang: Kesiapsiagaan rumah sakit dalam menghadapi bencana yang tercantum dalam
Rencana Penanggulangan Bencana Rumah Sakit merupakan salah satu persyaratan penilaian
akreditasi rumah sakit. Manajemen Bencana adalah kegiatan yang dilakukan untuk mengendalikan
bencana dan keadaan darurat, sekaligus menyediakan kerangka kerja untuk membantu masyarakat
dalam situasi berisiko tinggi menghindari atau memulihkan diri dari dampak bencana.
Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara pengetahuan, sikap, dan
pengalaman tenaga kesehatan terkait penanggulangan bencana.
Metode: Penelitian ini menggunakan penelitian kuantitatif dengan pendekatan potong lintang.
Populasi dalam penelitian ini adalah 360 perawat, bidan, dan dokter. Pengambilan sampel
menggunakan Teknik Simple Random Sampling dan memperoleh total 79 sampel. Instrumen
penelitian adalah kuesioner.
Hasil: Data dianalisis secara univariat dan bivariat dengan uji chi-square. Hasil penelitian
menunjukkan bahwa dari 79 responden dalam kategori tingkat pengetahuan tertinggi, 71 orang
(89,9%) memiliki pengetahuan cukup dan terendah, 8 orang (10,1%) kurang. Sementara itu, untuk
kategori tingkat sikap tertinggi, yaitu cukup sebanyak 73 orang (92,4%) dan terendah kurang
sebanyak 6 orang (7,6%). Sementara itu, untuk kategori tingkat pengalaman tertinggi, terdapat 75
orang (94,9%) yang cukup, sedangkan terendah kurang, sebanyak 4 orang (5,1%).
Kesimpulan: Terdapat hubungan antara pengetahuan, sikap, dan pengalaman tenaga kesehatan
terhadap manajemen bencana di RSUD Nene Mallomo. Disarankan agar tenaga kesehatan
meningkatkan pengetahuannya tentang manajemen bencana.

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivatives 4.0 International License.
Hak Cipta (c) 2025 Array
