Abstrak
Latar Belakang : Dari hasil observasi dilapangan didapatkan permasalahan yaitu Beban kerja disana tinggi karena pekerja diharuskan membuat keramik sesuai target, produktivitas kerja dapat dipengaruhi oleh banyak faktor salah satunya asupan makan yang berlebihan dan tingginya beban kerja yang mereka hasilkan.
Tujuan :Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara asupan makan dan beban kerja dengan produktivitas kerja pada pekerja di bagian produksi PT. X Tahun 2022.
Metode Penelitian : Jenis penelitian yang digunakan dengan menggunakan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian ini sebanyak 300 responden. Sampel yang diambil menggunakan Rumus Slovin sebanyak 75 responden. Pengukuran penelitian ini menggunakan kuesioner untuk mengetahui konsumsi makan, beban kerja dan produktivitas kerja. Analisis data dilakukan secara univariat, bivariat dengan uji Che square.
Hasil Penelitian : hasil yang digunakan yaitu uji chi square. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: Responden yang produktivitas kerja rendah sebanyak 14 responden (18,7%) dan yang mengalami produktivitas kerja tinggi sebanyak 61 responden (81,3%). Responden yang memiliki asupan makanan memenuhi sebanyak 54 responden (72,0%) dan yang mengalami asupan makanan tidak memenuhi sebanyak 21 responden (28,0%). Responden yang memiliki beban kerja tinggi sebanyak 55 responden (73,3%) dan yang mengalami beban kerja rendah sebanyak 20 responden (26,7%). Ada hubungan antara asupan makanan dengan produktivitas kerja pada pekerja di bagian produksi PT. X Tahun 2022 dengan nilai P-value 0,000. Ada hubungan antara beban kerja dengan produktivitas kerja pada pekerja di bagian produksi PT. X Tahun 2022 dengan nilai P-value 0,000.
Keseimpulan dan Saran : Bagi perusahaan diharapkan agar lebih memperhatikanjam kerja bagi pekerja terutama bagian produksi agar tidak ada pekerja yang melakukan pekerjaan diluar jam operasional.
