ANALISIS TINGKAT KEPUASAN PELANGGAN TERHADAP SISTEM PELAYANAN FARMASI DI APOTEK KIMIA FARMA 262
Abstrak
Pelayanan kefarmasian berorientasi secara langsung dan bertanggungjawab kepada pasien sehingga dapat meningkatkan kualitas hidup pasien. Apotek merupakan sarana pelayanan kefarmasian tempat dilakukan praktek kefarmasian oleh apoteker untuk menjamin mutu pelayanan kefarmasian di apotek, maka harus dilakukan evaluasi mutu pelayananan kefarmasian. Salah satu indikator yang digunakan untuk mengevaluasi kualitas pelayanan di apotek adalah dengan mengukur tingkat kepuasan pelanggan. Tujuan: penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kepuasan pelanggan terhadap sistem pelayanan kefarmasian terutama dalam pelayanan obat tanpa resep yang diberikan di apotek Kimia Farma 262. Metode: Penelitian deskriptif adalah penelitian yang untuk mendeskripsikan atau menggambarkan suatu fenomena yang terjadi di masyarakat. Penelitian ini dilakukan di apotek Kimia Farma 262 dengan jumlah sampel 100 orang. Instrumen penelitian yang digunakan berupa kuesioner tingkat kepuasan konsumen terhadap kualitas pelayanan kefarmasian tanpa resep (swamedikasi). Hasil: Hasil menunjukan bahwa tingkat kepuasan pasien terhadap pelayanan farmasi tanpa resep (swamedikasi) di apotek Kimia Farma 262 berdasarkan 5 dimensi yaitu kehandalan (reliability) dengan persentase 86,12%, ketanggapan (responsiveness) dengan persentase 89,5%, jaminan (assurance) persentase 93,87 %, kepedulian (empathy) persentase 92,75% dan bukti fisik (tangible) persentase 88,12%. Kesimpulan: Pelanggan menilai pelayanan obat tanpa resep di Apotek Kimia Farma 262 sangat memuaskan. Sistem yang ada sudah memenuhi ekspektasi dan layak dipertahankan serta terus ditingkatkan
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Hak Cipta (c) 2025 Copyright Holder

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution 4.0 International License.
